Parlemen
Diancam
Bom, PM India Dilarikan
ke
Istana
New Delhi-
BP/afp
Bom - Anggota Squad Penjinak Bom tiba di Gedung Parlemen
di New Delhi Jumat (16/12) kemarin, setelah peringatan
keamanan. Anggota parlemen India dievakuasi setelah
badan intelijen memberi peringatan akan terjadinya
kemungkinan serangan bom.
Anggota
Parlemen India
harus
dievakuasi Jumat
(16/12) kemarin
setelah
badan intelijen
memberi
peringatan kemungkinan
adanya
serangan bom
dari
pihak militan.
Dua
sidang
parlemen harus
ditangguhkan "setelah
badan
intelijen menerima
laporan
jelas mengenai
adanya
rencana serangan
bom,"
kata Anand Sharma,
juru
bicara partai
berkuasa
saat
ini partai
Kongres.
Perdana
menteri
Manmohan Singh, yang berada
di
parlemen, langsung
diselamatkan
staf
keamanan menuju
kantornya yang
terletak
sekitar
satu kilometer.
Setelah
diberikan
komando
pasukan keamanan
kemudian
membuat
barikade sekitar
gedung
parlemen.
Para
komandan,
tentara
dan polisi yang
dilengkapi
senjata
mengitari komplek
saat PM
dikeluarkan menggunakan
rombongan
mobil yang
diiringi
raungan
sirene.
"Kami
belum
menemukan sebuah
bom,
namun kami
akan
melakukan pengecekan
kembali
untuk memberikan
keyakinan,"
kata
menteri dalam
negeri
Shivraj Patil.
Ahli
penjinak
bom
juga dikerahkan
untuk
menyisir komplek.
Berita
darurat
ini terjadi
tepat
setelah empat
tahun
militan Islam melakukan
serangan
mematikan
terhadap
parlemen India.
New Delhi
menyalahkan
serangan
dilakukan
oleh
pemberontak yang didukung
oleh Pakistan.
Namun
Pakistan
menyangkal
ikut
terlibat.
Lima pria
bersenjata
menyerbu
komplek,
menewaskan
sembilan
orang
sebelum ditembak
mati.
Serangan
ini
hampir saja
membuat
India
dan Pakistan yang
sama-sama
memiliki
senjata
nuklir, menggelar
perang
untuk kali keempat.
(ton/afp)