kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Pon, 17 Desember 2005

 Mancanegara


Parlemen
Diancam Bom, PM India Dilarikan ke Istana

New Delhi-
BP/afp
Bom - Anggota Squad Penjinak Bom tiba di Gedung Parlemen di New Delhi Jumat (16/12) kemarin, setelah peringatan keamanan. Anggota parlemen India dievakuasi setelah badan intelijen memberi peringatan akan terjadinya kemungkinan serangan bom.

Anggota Parlemen India harus dievakuasi Jumat (16/12) kemarin setelah badan intelijen memberi peringatan kemungkinan adanya serangan bom dari pihak militan.

Dua sidang parlemen harus ditangguhkan "setelah badan intelijen menerima laporan jelas mengenai adanya rencana serangan bom," kata Anand Sharma, juru bicara partai berkuasa saat ini partai Kongres.

Perdana menteri Manmohan Singh, yang berada di parlemen, langsung diselamatkan staf keamanan menuju kantornya yang terletak sekitar satu kilometer.

Setelah diberikan komando pasukan keamanan kemudian membuat barikade sekitar gedung parlemen. Para komandan, tentara dan polisi yang dilengkapi senjata mengitari komplek saat PM dikeluarkan menggunakan rombongan mobil yang diiringi raungan sirene.

"Kami belum menemukan sebuah bom, namun kami akan melakukan pengecekan kembali untuk memberikan keyakinan," kata menteri dalam negeri Shivraj Patil. Ahli penjinak bom juga dikerahkan untuk menyisir komplek.

Berita darurat ini terjadi tepat setelah empat tahun militan Islam melakukan serangan mematikan terhadap parlemen India. New Delhi menyalahkan serangan dilakukan oleh pemberontak yang didukung oleh Pakistan. Namun Pakistan menyangkal ikut terlibat.

Lima pria bersenjata menyerbu komplek, menewaskan sembilan orang sebelum ditembak mati. Serangan ini hampir saja membuat India dan Pakistan yang sama-sama memiliki senjata nuklir, menggelar perang untuk kali keempat. (ton/afp)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)