Rancang
Pelayanan Samsat Keliling
KEPALA
UPTD Samsat Badung IBM Parwata, S.E. tak pernah kering ide.
Setelah sukses mengantarkan Samsat Badung meraih
penghargaan tertinggi dalam pelayanan masyarakat dari
Presiden, kini ia merancang pelayanan Samsat keliling.
Namanya saja
keliling, pelayanan pengurusan pajak kendaraan bermotor
tak hanya dipusatkan di kantor induk di Renon, melainkan
disebar di beberapa lokasi strategis di Badung.
Tiga lokasi yang
dipakai sentral pelayanan nantinya yakni Pasar Beringkit,
Nusa Dua dan Kecamatan Petang. Maklum, wajib pajak tiga
daerah ini relatif jauh dari Denpasar. ''Kami akan
berlakukan Samsat keliling mulai awal 2004,'' ujarnya,
Rabu (3/12) kemarin.
Ia mengatakan, di
kantor pusat sebenarnya hanya diformat untuk melayani 700
wajib pajak tiap hari. Sebagai Samsat tipe A, Kantor
Samsat Badung ternyata tiap hari melayani 3.000 wajib
pajak. Parkir juga terbatas, bahkan ruangan untuk karyawan
juga terbatas, walaupun soal tenaga kerja masih mencukupi.
''Kalau dipaksakan bisa saja, namun jumlah kendaraan
bermotor terus meningkat, suatu saat kantor pusat akan
krodit. Makanya perlu layanan jemput bola ke sentra-sentra
pelayanan di luar Denpasar,'' ujarnya.
Pelayanan keliling
ini, lanjutnya, sangat meringankan wajib pajak. Mereka (wajib
pajak-red) tidak perlu jauh-jauh datang ke Denpasar. Ini
sangat membantu pemerintah untuk mengurangi kemacetan lalu
lintas. Selain itu, yang lebih penting lagi, bagaimana
mengajak masyarakat untuk sadar membayar pajak tepat waktu.
Hanya, ia tekankan,
pelayanan yang dibuka selama 10 hari di tiap sentra itu
sebatas pada pembayaran/pengesahan pajak, bukan
perpanjangan lima tahunan. Sebab, yang terakhir ini harus
ada pengesahan STNK dan cek fisik kendaraan. Pelayanan ini
dijamin tuntas sehari karena menggunakan komputer.
Sementara tenaganya diambil dari bagian penagihan dan
kepolisian.
Parwata yang kini
menempuh pendidikan S2 dalam perpajakan mengakui kesadaran
masyarakat Bali membayar pajak sangat tinggi. Ini
dibuktikan selama cuti bersama seminggu lalu, kebanyakan
wajib pajak membayar lebih dulu sebelum jatuh tempo. Hal
ini juga disebabkan Samsat Badung buka selama libur
panjang.
Bukti kesadaran
masyarakat itu ditunjukkan dengan terlampauinya target
penerimaan dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Badung
dan Denpasar yakni 105 persen per November dari target Rp
86 milyar. Sementara penerimaan dari Biaya Balik Nama
Kendaraan Bermotor (BBNKB) per November dari target Rp 71
milyar tercapai 100 persen. (sue)
|