kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Wage, 4 Desember 2003

 Ekonomi


Rancang Pelayanan Samsat Keliling

KEPALA UPTD Samsat Badung IBM Parwata, S.E. tak pernah kering ide. Setelah sukses mengantarkan Samsat Badung meraih penghargaan tertinggi dalam pelayanan masyarakat dari Presiden, kini ia merancang pelayanan Samsat keliling.

Namanya saja keliling, pelayanan pengurusan pajak kendaraan bermotor tak hanya dipusatkan di kantor induk di Renon, melainkan disebar di beberapa lokasi strategis di Badung.

Tiga lokasi yang dipakai sentral pelayanan nantinya yakni Pasar Beringkit, Nusa Dua dan Kecamatan Petang. Maklum, wajib pajak tiga daerah ini relatif jauh dari Denpasar. ''Kami akan berlakukan Samsat keliling mulai awal 2004,'' ujarnya, Rabu (3/12) kemarin.

Ia mengatakan, di kantor pusat sebenarnya hanya diformat untuk melayani 700 wajib pajak tiap hari. Sebagai Samsat tipe A, Kantor Samsat Badung ternyata tiap hari melayani 3.000 wajib pajak. Parkir juga terbatas, bahkan ruangan untuk karyawan juga terbatas, walaupun soal tenaga kerja masih mencukupi. ''Kalau dipaksakan bisa saja, namun jumlah kendaraan bermotor terus meningkat, suatu saat kantor pusat akan krodit. Makanya perlu layanan jemput bola ke sentra-sentra pelayanan di luar Denpasar,'' ujarnya.

Pelayanan keliling ini, lanjutnya, sangat meringankan wajib pajak. Mereka (wajib pajak-red) tidak perlu jauh-jauh datang ke Denpasar. Ini sangat membantu pemerintah untuk mengurangi kemacetan lalu lintas. Selain itu, yang lebih penting lagi, bagaimana mengajak masyarakat untuk sadar membayar pajak tepat waktu.

Hanya, ia tekankan, pelayanan yang dibuka selama 10 hari di tiap sentra itu sebatas pada pembayaran/pengesahan pajak, bukan perpanjangan lima tahunan. Sebab, yang terakhir ini harus ada pengesahan STNK dan cek fisik kendaraan. Pelayanan ini dijamin tuntas sehari karena menggunakan komputer. Sementara tenaganya diambil dari bagian penagihan dan kepolisian.

Parwata yang kini menempuh pendidikan S2 dalam perpajakan mengakui kesadaran masyarakat Bali membayar pajak sangat tinggi. Ini dibuktikan selama cuti bersama seminggu lalu, kebanyakan wajib pajak membayar lebih dulu sebelum jatuh tempo. Hal ini juga disebabkan Samsat Badung buka selama libur panjang.

Bukti kesadaran masyarakat itu ditunjukkan dengan terlampauinya target penerimaan dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Badung dan Denpasar yakni 105 persen per November dari target Rp 86 milyar. Sementara penerimaan dari Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) per November dari target Rp 71 milyar tercapai 100 persen. (sue)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)